Showing posts with label inspiration. Show all posts
Showing posts with label inspiration. Show all posts

Friday, 5 August 2016

friday's inspiration



sebuah pengingat yang bagus buat saya dari seorang arsitek london, yang menceritakan tentang bagaimana dia melakukan pendekatan dalam mendesain. jadi dalam bekerja (mendesain sebuah ruang/bangunan) daripada mulai membayangkan bentuknya atau desainnya, doi lebih memilih menggunakan pendalaman pengalaman kegiatan dengan cara menggali rasa tiap urutan kegiatan tersebut melalui material. misal mendesain kamar mandi dimana ada kegiatan mandi. dimulai dari ruang tidur yang nyaman, kaki kita menyentuh lantai karpet yang sangat empuk kemudian masuk ke area wastafel tempat kita memulai ritual mandi, sehingga membutuhkan sentuhan material yang hangat seperti kayu sampai kemudian masuk ke area air berupa batu atau keramik. sedetail itu. canggih ya?! dan saya langsung jatuh cinta sama desainnya. hanya kamar mandi.

eh. tapi perlu ditegaskan dulu kalo perlu di bold INI menurut sepemahaman saya yang baca interviuan pake kemampuan bahasa inggris yang jongkok ya. jgn2 kalo pak simon ini baca tulisan saya, dia bisa protes "gak gitu keles maksutnya" hahaha T_T.

anw membaca interviewnya dan merasa terinspirasi, saya malah jadi pengen curcol. sebenarnya saya (dan mr.kumis) sudah setahun vakum mendesain (rumah). bukan kami gak dapat tawaran lagi, sebenernya tetap ada hanya saja setahunan ini kami skip dan memilih memberikannya kepada teman arsitek lainnya. setelah terakhir memiliki pengalaman yang kurang menyenangkan dalam menyelami dunia arsitektur secara mandiri, saat itu kami memang berfikir untuk rehat sejenak. bukan kapok sih tapi lebih ingin menata lagi rencana dan menentukan posisi. selain itu kami juga perlu mengenali diri -siapa kami, nilai apa yang kami ingin tawarkan- terlebih dahulu sebelum terjun kembali. makanya baca artikel ini somehow membuat saya sadar dan semangat lagi.


sama halnya seperti pak simon, disaat rata2 arsitek bicara desain dengan warna putih, material yang kontras dan bentuk yang spektakuler untuk terekspos sehingga mendapatkan perhatian dari luar, dia justru memilih mendesain dari dalam. suatu pendekatan yang tidak banyak diambil oleh arsitek lain pada umumnya. 

btw, terimakasih untuk pemikiran anda pak simon. :)


*all pic are from freunde von freunden

Thursday, 21 April 2016

thursday's inspiration : pom bensin yang menjadi oase


kata orang menemukan tanah dan rumah juga jodoh2an kan? di artikel ini saya jatuh cinta dengan cara Juerg Judin menemukan oase ditengah kota Berlin yang menjadi rumah tinggal sekaligus galeri seni pribadinya. sebelum dibeli oleh pak Juerg, bangunan yang semula berfungsi sebagai pom bensin dari tahun 1952-1985 ini sempat bertahun-tahun gak laku walopun sudah ada plang "Dijual". butuh waktu 13 tahun untuk pak Juerg sebelum akhirnya memutuskan membeli bekas pom bensin ini dan menyulapnya menjadi rumah tinggal dan galeri seni.

sesuatu yang paling saya sukai dari project ini adalah pak Juerg tidak langsung meratakan bekas pom bensin ini dengan tanah untuk dan membangun bangunan yang sesuai keinginannya tetapi malah mempreserve bangunan pom bensin ini seperti sediakala. menurutnya bentuknya mewakili suatu periode arsitektur yang spesifik di Berlin. jangan heran mengapa mata dan sensenya sangat sensitif dan terlatih karena profesi doi sehari-harinya adalah seorang gallerist dan pekerja seni.


hal lain yang membuat saya makin tertarik adalah project ini mengingatkan saya tentang tugas akhir (skripsi) waktu kuliah. kebetulan saya mengambil tema konservasi dan salah satu output desainnya adalah mempreserve bangunan lama dengan memberikan fungsi baru dan menambah bangunan baru untuk mendukung fungsi baru tersebut. tau sendiri kan di indonesia banyak sekali bangunan2 kolonial yang terlantar, tanpa fungsi padahal arsitekturnya sangat cantik dan material yang sangat kuat (terbukti puluhan tahun masih kokoh berdiri). sayang banget kalo cuma dijadikan rumah hantu atau rumah kelelawar tanpa fungsi yang jelas, hix...

ah anw, pak Juerg pun menambah satu bangunan baru untuk menunjang fungsi rumah tinggal dan galeri seninya. tentu saja bangunan baru ini sama cantiknya namun tidak berdandan melebihi kecantikan bangunan lamanya. saya suka sekali sama semuaaaa yang ada disini. furniturnya yang simpel tapi artistik, ruangannya yang kaya cahaya, karya2 seni yang tergantung di dindingnya, taman liarnya, bahkan yang paling bikin sirik adalah dapurnya yang besar tempat pak Juerg melakukan hobinya, memasak dan mengundang teman2nya makan bersama.


art, garden, light, and cooking are definitely my area of interests. that's why i super love his home :') well lucky you pak Juerg, you have your own herbs and your own eggs, what a quality of life!


*read his full interview with freunde von freunden HERE 
*all images are from freunde von freunden

Friday, 26 February 2016

friday inspiration : sekeping tenggiri by seksan design


waktu masih kuliah saya pernah kerja magang disebuah biro arsitek yang background pendidikan principalnya bukan arsitek, melainkan insinyur sipil. tapi karya2nya jangan ditanya, ciamik! mungkin kapan2 saya bahas salah satu karyanya disini.

sebenernya menjadi arsitek memang tidak selalu dimulai dari jenjang pendidikan desain bangunan, karena arsitektur pun tidak selalu soal bangunan, tapi juga soal 'rasa'. semakin kita bisa 'merasa', semakin kita peka pada umumnya desain kita akan semakin baik. apalagi kalo kamu punya natural talent di bidang ini, jadi deh! Pak P, bos tempat saya magang dulu, memiliki rasa, juga kreativitas yang ditunjang dengan pengetahuan material juga struktur yang lengkap sehingga karyanya selalu terasa dan terlihat baik.

anw, kenapa tiba2 saya bicara tentang natural talent, adalah karena saya sedang suka sekali desain bangunan2 sekeping retreat yang rata2 didesain oleh ng seksan. seorang arsitek lanskap yang memiliki biro arsitektur. tidak heran karyanya memiliki ciri khas konektivitas yang sangat baik antara ruang dalam dan ruang luar, material bangunan yang unfinished, eksotis, rustic namun well-designed, juga taman dan hijauan yang rimbun. penasaran deh sama pohon yang batangnya ceking2 yang perletakannya diantara perkerasan kolam. aposeh itu namanya lidiii? egaaa? *senggol arsitek lanskap beneran 


saya sedang browsing mencari inspirasi untuk taman dan rumah (always!), ketika nyangkut disebuah gambar yang setelah saya telusuri berasal dari sebuah home stay bernama sekeping tenggiri. semakin saya ngulik desainnya semakin saya jatuh cinta! sayang tidak ada keterangan denahnya namun dengan hanya lihat fotonya sukses bikin saya pengen coba banget nginep disini. walopun setelah dibaca2 lagi, masalah privatisasi cukup jd issue disini. sebenernya gak heran karena desainnya sendiri seperti rumah tinggal lengkap dengan kamar2 dan area living (bahkan pada awalnya saya mengira ini benar2 sebuah rumah tinggal), namun konsep homestay dan rumah tinggal tetaplah berbeda. karena apabila kita menjadi tamu disini, kita tidak bisa mengontrol siapakah tamu lain yang ada disebelah kamar kita. apakah segerombolan orang yang sibuk pesta sambil ngobrol dengan suara keras, ato pasangan yang sedang sibuk melakukan foto prewedd, ato orang2 yang memang ingin menikmati sekeping ini. paling enak memang kita mesti ngebooking semua kamarnya untuk sekeluarga besar ato segerombolan teman, jadi udah pasti seru. konsep homestay kayak gini juga kurang cocok buat yang liburan sama bayi ato anak kecil karena ga punya room service ataupun restaurant. pun letaknya yang terletak di kompleks perumahan agak jauh dari keramaian (meskipun katanya ada ditengah kota KL), jadi mungkin ntar ajalah kesininya kalo anak2 udah pada gede kali yah mister kumis. #kode


sekeping tenggiri ini bener2 tipikal karya kesukaan saya deh. unfinished, rustic, dan hijau. keren lah, cuma kurang sedikit sentuhan barang bekasnya. trus ya liat2 karya ini saya jadi inget dulu setelah lulus kuliah sempet pengen lanjutin sekolah lanskap. meskipun sekarang sekolah lagi kayaknya jadi prioritas paling terakhir kali karena tentu saja saya lebih ingin ngutamain sekolah anak2 dulu. hmm... ato berguru aja ya sama mommy egah ato eneng lidi, hihihi.

all pics are from sekeping.com

Friday, 18 December 2015

friday's inspiration : rumah baca pak apep


sesuai janji saya di postingan sebelumnya, saya akan sharing beberapa karya favorit dari arsitek indonesiaku idolaku. yang pertama tentu saja karyanya pak apep atau pak ahmad tardiyana. kenapa? karena rumah pribadi dosen institut terkenal banget ini pun dibangun dengan budget yang terbatas (xixixi teuteup yah dimasukin cos UUD ujung ujungnya duid). tentu saja selain karena pengolahan ruangnya yang sederhana, fungsional, dan mampu mengalir dengan puitis, fleksibel antara ruang luar ke dalam atau ruang dalam ke luar. percayalah saya belom pernah maen kerumahnya pak apep ini tapiiii dengan melihat denah dan foto2nya aja saya bisa membayangkan rasa aliran udara yang mengalir, wangi rumput, juga hembusan angin dan perjalanan bayangan yang masuk melalui celah bilik bambu tempat cahaya masuk. buat saya ini rasanya... indah sekali. :3

pak apep menginginkan rumahnya bisa memberikan manfaat untuk lingkungan sekitar juga sebisa mungkin tidak terlalu merubah eksisting lahan terlalu banyak sehingga pendekatan desainnya berupa 2.5 lapis ruang yang tersusun dinamis. terlihat dari denahnya beliau mendedikasikan lantai 1 dalam rumah ini untuk perpustakaan lingkungan yang diperuntukkan untuk anak2 sekitar. perpustakaan yang dilengkapi dengan teras untuk duduk dan berdiskusi cocok banget sih sama profilnya pak apep yang juga seorang dosen. kebayang pasti mahasiswanya betah deh berdiskusi disana.


karena dibangun dengan budget yang terbatas, pak apep menggunakan material bekas dan ekonomis tanpa finishing yang licin seperti baja bekas, kayu bekas galangan kapal, bambu, bata ekspos dan acian semen. pak apep bahkan tidak menggunakan kaca sama sekali untuk jendela melainkan bilah bambu. sebagai material organik, suatu saat bilah bambu pasti akan habis dimakan umur tapi gapapa kan bisa diganti sama yang baru. meskipun semilir sayangnya bilah bambu ini bisa jadi tempat nyimpen debu juga. lagi yah semua keputusan itu ada kelebihan dan kekurangannya, tinggal fokus sm kelebihan doong jgn pusingin yang kurangnya. 

anw liat2 begini bikin semangat ngejadiin rumahduapohon. sebenernya tetep aja meskipun pemakaian materialnya bukan material yang fancy karena budgetnya terbatas, saya yakin bangun 2.5 lantai begitu tetep aja nominal angkanya pasti gak kecil karena udah ngerasain sendiri bikin 2 lantai luas 64m2 aja kenapa deh gaaaak jadi2. tapi balik lagi, rumah kan juga bagian dari perjalanan hidup ya, jadi harus dinikmati prosesnya. setahun? dua tahun? tiga tahun? selama masih tinggal dibawahnya, progress rumah pasti ga akan selesai kecuali kami punya kekuatan dana yang sangat besar. sementara itu, saya mau menikmati rumah baca pak apep lagi yah...




gambar dari stylepark.com
bisa juga liat youtube penjelasannya pak apep disini yah


Friday, 20 November 2015

friday's inspiration

duluuuu banget tujuan awal saya menulis blog adalah membuat kompilasi karya2 arsitektur yang saya sukai dan ngoceh panjang lebar tentang arsitektur kota. tapi dasar pengetahuannya cetek dan males mikir yang berat2 yang ada blognya jadi melenceng isinya curhat dan apdet ga penting hihi. dulu emang random banget sih, terlalu banyak yang saya suka sampe gak tau mau masukin yang mana dan ngoceh apaan. seiring berjalannya waktu saya jadi selektif mengagumi dan ngulik suatu karya arsitektur karena udah punya preseden (asik) -sok pinter bahasanya :))- maksutnya contoh nyata si rumahduapohon yang mau didesain seperti apa.

akhirnya perhatian saya mengerucut kepada proyek2 rumah tinggal skala menengah, dengan batasan budget dan luasan yang gak terlalu besar (jadi karya2 diatas bukit yang punya view luar biasa atau interior lux dan kolam renang yang memanggil2 sementara saya skip dulu). makin mengerucut lagi rumah yang pake barang bekas dan penuh dengan hijauan. hijau hijau hijau sehijau mungkin. kenapa? ya karena kota makin panas, tanah makin habis, makanya sebisa mungkin memanfaatkan lahan dirumah untuk membuat hijauan. gak usah diterangin bin dijelasin kali keuntungan dengan banyaknya hijauan dirumah. sekali ketik di gugel banyak artikel yang keluar.



kali ini saya mw sharing karya dari arsitek vietnam, vo trong nghia. pertama kali denger namanya dari ceritanya si mister kumis waktu kami sedang diskusi tentang sesuatu. saya gak apal apa aja pencapaiannya, monggo di cek link ini aja yah. saya baru melek sama arsitek sekeren dia pas dia dapet klien yang mau rumahnya dibikin hejo2. kenapa sih arsitek dalam negri gak disebut2, rata2 karyanya arsitek vietnam melulu. bukannya gak cinta sama yang lokal, tapi emang kebeneran aja sumber saya cuma archdaily dan karena saya subscribe emailnya jadi langsung update. ealah kenapa deh yang cocok sama kriteria saya kok proyek2nya arsitek vietnam melulu. saya pikir vietnam dan indonesia memiliki banyak kesamaan, baik iklim, geografis dan masalah kotanya jadi desain2 untuk penyelesaian masalahnya layak disimak dan bisa banget diterapkan di indonesia.

saya selalu kagum dengan beberapa arsitek dari dalam negri seperti pak mamo dan pak aang, tapi karya mereka belom ada yang masuk kategori karya yang jadi perhatian saya soalnya proyeknya kebanyakan gede2, keren2 dan terlalu filosofis. tapi kan ada arsitek lain, pak yu sing yang 'hijau' sekali. iya saya kagum sama semangat 'hijau'nya dan pemanfaatan barang bekasnya cuma imho pak yu sing ini terlalu 'hardcore' manfaatin barang bekasnya, begini2 saya masih suka yang mulus2 gak semua jujur apa adanya hihihi. *sungkem sama pak yu sing*

anw, jangan salah, buat arsitek kelas dunia yang udah dapet penghargaan ternyata juga gak lepas dari kritikan soal keputusan desainnya. seperti di proyek green renovation ini, keputusannya menghilangkan sama sekali gaya art deco bangunan terdahulu dan membuat secondary skin pake besi2 walopun jadinya hijau tetep aja dibilang kek tinggal di dalem penjara. *puk2 pak vo trong* 

you lose some, you win some sih. kita kan gak bisa dapetin semua yang kita mau, gak bisa menyenangkan semua orang. tapi apapun itu asal itu jujur dan benar saya rasa sudah cukup. gimanapun saya menghargai dan mengagumi cara pak vo (aduh gak biasa banget nih nyebut nama vietnam) dalam menyelesaikan masalah dengan solusi2 dalam desainnya. walopun sebenernya dalam artikelnya saya berharap ada sedikit cerita teknis tentang roof gardennya kenapa bisa sehijau itu. apa iya mesti ngeguyur pupuk setronton, secara kan rumahduapohon tahap 3 (buset yang 2 aja entah kapan slesenya xD) mau bikin roof garden.

keren ih!

 

pics are from archdaily

Friday, 23 October 2015

friday's inspiration



everything about de companje is cute. dan menginspirasi. sangat. sang suami membuat roti, dan sang istri membuat es krim, disebuah kota yang kaya budaya dengan interior toko yang hangat dan bersahabat. 

saya sedang mencari inspirasi ketika suatu artikel menarik perhatian saya, yaitu wawancara fritz dan chanelle schoon yang bercerita bagaimana menjalankan bisnis sambil membangun 'kota kecilnya'. mereka sebut tokonya kota kecil karena dalam 1 bangunan tersebut terdapat toko roti, toko es krim, toko daging, kopi, wine dan tentu saja area duduk untuk makan. mereka membicarakan bisnisnya tidak seperti membicarakan bisnis. maksut saya tidak berorientasi hanya kepada uang tapi kepada kecintaan mereka terhadap masing2 produknya, terutama fritz, orang pertama dibalik de companje ini.

 

dia bercerita bagaimana awalnya menjadi seorang pembuat roti, orderan pertamanya, kemudian kejatuhannya karena kekurangan pengalaman dan rasa insecure yang tinggi (ha! mister kumis tentu tau rasanya) namun dia kembali bangkit untuk belajar memperdalam lagi dan kemudian mendapatkan tempat untuk membangun tokonya sampai kemudian dia bertemu dengan chanelle. tetap faktor kerja keras dan pantang menyerah ya walopuuuuuunn *cetak tebel* tentu saja biaya dan mungkin sedikit keberuntungan.

well, poin saya sebenernya adalah saya selalu terinspirasi sama pasangan2 yang bisa bekerja sama membangun bisnis yang sama. kayaknya itu udah jadi semacam cita2 saya sama mister kumis yang belum tercapai (karena kami belom merdeka secara finansial). dan kalo ingin diterapkan di indonesia mungkin harus banyak sekali penyesuaian supaya dapat menyerap pasar karena kita tentu saja ingin bisnis terus berkembang. fritz beruntung karena orang2 di cape town adalah like-minded, culturally aware, well-traveled, aware of food and fine wines and like spending time with people. They work hard, but they also don’t take their lifestyle for granted. kebayang suatu komunitas yang menyenangkan yaaa...





photos and interview are from freunde von freunden