Showing posts with label interior. Show all posts
Showing posts with label interior. Show all posts

Wednesday, 5 April 2017

hello april


huwaaa gak terasa udah lama ga ngeblog sampai berasa kangen sendiri. selama sibuk ini itu, kerja dan ngurusin toko kecil saya, ngeblog lagi2 jadi prioritas paling bontot. yaudah pelan2 aja dijalanin ya, kalo lagi mood nulis dan sempet yaudin nulis deh kaya sekarang. sebenernya postingan ini udah lama ngendon di draft karena emang mau cerita sedikit lagi tentang proses pembangunan rumah dua pohon yang bertumbuh ituh, jadi begini ceritanya... *halah!

awal tahun 2017 alias 3 bulan yang lalu, kami manggil tukang yang lain lagi untuk ngaci ulang kamar mandi lt. 1, pintu GRC (pintu kamar utama) dan membuat jembatan kayu berupa deck yang menggunakan kayu bekas. tadinya mr. kumis ngotot mau dikerjain sendiri sama dia tetapiiii saya sudah tidak percaya karena selama bulan desember kemarin dia gagal ngaci kamar mandi. hasilnya blentang blentong, ah sudahlah suamikuh kamu mah bagian megang kayu aja ga usah merembet bangunan.

nah salah satu dukanya bangun rumah pelan2 adalah kami suka ditinggalin tukang. ya gak nyalahin juga sih kan namanya juga bukan tukang borongan ya jadi ya semau2 dia ajalah. yang meninggalkan kami ini adalah tukang langganan besi yang sebenernya masih keitung sodara jauh dimana dia adalah orang yang membantu kami mendaur ulang besi2 bekas dan pemberi informasi dimana tempat membeli barang bekas yang oke tapi harganya miring. saking keselnya dan capek diphpin melulu gara2 ditinggalin itu si mr. kumis jadi bertekad pengen bisa ngelas besi sendiri, dan beneran dia bisa loh *takjub*

terus sisa kerjaan tukang yang berupa mencoating kamar mandi, pasang saniter, bikin lemari baju, ngecat tempat tidur, bikin meja rias, bikin meja wastafel, pasang pompa SEMUA dikerjain oleh mr. kumis selama hampir 4 mingguan. emang saya kasi deadline pokonya saya mau pindah ke kamar baru di bulan Maret 2017 biar pas 3 tahun kami membangun tahap dua #istrikejam :D


segera setelah kamar mandi utama berfungsi saya minta langsung pindah kebelakang tentunya setelah seharian ngelapin kaca dan kusen besi yang alaihim gambreng itu. walopun waktu itu kaca wastafel dan area dandannya belom jadi tapi gapapa yang penting udah ada AC. saya emang mau manfaatin momen yang penting pindah dulu biar segera ngebut dibikinin sama mr. kumis. sampe sekarang juga lemari utama belom ketutup sih jadi masih kebuka, itu karena setelah sebulan kemaren ga kerja demik jadi tukang, dia kan tetep ya harus cari duid ya walopun teteuuupp pengen bikin SEMUA furniturenya sendiri. so far ya yang mau dia bikin itu adalah :

Kamar bboys di lantai 2
- Bedhead dan bed
- Rak Besi

Studio Kerja :
- Rak besi Gantung >> buat dia
- Rak kayu dan lemari barang >> buat istri
- Ambalan >> buat istri

 Lainnya :
- Stool bar >> kalo sempet sih
- Meja potongan kayu  >> kalo sempet juga
- Tutupan lemari utama  >> yang ini harus jadi

banyak aja yaaa...
tapi bangga deh semua BISA dikerjain sama dia sendiri hihi. nanti pan kapan saya potoin hasilnya disini. yang udah jadi sih meja rias termasuk kacanya, meja kayu, meja wastafel dan handel batang rambutan yang motek dari pohon di tengah teras buat di pintu GRC. duh lah istri senang sekali karena hasilnya kece tapi gak perlu keluarin uang buat bayar tukang xixixi. kalo gak punya dana emang bener kita jd lebih kreatif yaaa...


Friday, 25 November 2016

friday inspiration : julie o rourke's space


setelah hampir 3 bulan absen, akhirnya bisa nulis friday inspiration lagi. emang baru sempet brosang brosing santai lagi sih mengingat kemaren2 saya disiksa sama deadline dan meeting2 yang tak berkesudahan *halah!

anyhooo... inspirasi kali ini datangnya dari mothermag. saya emang suka main kesana, membaca pengalaman dari mama2 luar negeri yang disampaikan dengan cara wawancara. selain itu tambah betah bacanya karena disajikan dengan foto2 rumah mereka ples cerita tentang apa yang menjadi style dekorasinya, pilihan pakaian dan furniture dan tentu saja tentang parenting juga rasa dan kesan2 menjadi ibu. kadang jawaban mama2 ini sungguh simple namun dalam dan oh-so-related. ya secara bahasa ibu memang universal kan jadi saya bisa banget memahaminya.

satu lagi yang selalu saya suka dari membaca pengalaman mereka adalah bahwa menjadi ibu tidak membuat mama2 ini tidak produktif namun tetap kreatif. mereka malah menjadikan anak2nya sebagai pegangan dan sumber inspirasi dalam berkarya. luar biasa gak sih.

dari sekian banyak profil yang diceritakan saya jatuh cinta dengan rumah Julie O Rourke yang ada di Maine, salah satu negara bagian di AS. such a dreamy space... melihat ruang duduknya, dapurnya, ruang tidur mezzaninnya, mereka menerapkan sekali konsep simple living. tapi somehow tetap hangat. kalo menurut saya mungkin pengaruh penggunaan kayu pinusnya yang berwarna khaki (ato beige?) memberikan efek hangat kayu namun tetap ringan. apalagi julie dan pasangannya mendesain dan membangun sendiri rumahnya.

btw pasangan julie bekerja sebagai pembuat rumah, benar2 membuat rumah dengan tangannya menggunakan beton dan kayu alias tukang. -tapi ganteng- *penting! hahaha biar gak bayangin tukang2 ala indonesia ya sis.


kayaknya terlalu indah dan sempurna sih kalo rumah kaya gini ada di Indonesia, maksut saya mereka sendiri tinggal di kota kecil  atau lingkungan yang sangat dekat dengan hutan. bayangin mereka bisa memetik jamur ato cranberries hanya dengan berjalan2. :D

eh eh segini dulu ya, udah jam 5 waktunya pulang, maapin kalo kentang hahaha.

happy weekend good people :*



*pics via mothermag interview with Julie O Rourke

Thursday, 21 April 2016

thursday's inspiration : pom bensin yang menjadi oase


kata orang menemukan tanah dan rumah juga jodoh2an kan? di artikel ini saya jatuh cinta dengan cara Juerg Judin menemukan oase ditengah kota Berlin yang menjadi rumah tinggal sekaligus galeri seni pribadinya. sebelum dibeli oleh pak Juerg, bangunan yang semula berfungsi sebagai pom bensin dari tahun 1952-1985 ini sempat bertahun-tahun gak laku walopun sudah ada plang "Dijual". butuh waktu 13 tahun untuk pak Juerg sebelum akhirnya memutuskan membeli bekas pom bensin ini dan menyulapnya menjadi rumah tinggal dan galeri seni.

sesuatu yang paling saya sukai dari project ini adalah pak Juerg tidak langsung meratakan bekas pom bensin ini dengan tanah untuk dan membangun bangunan yang sesuai keinginannya tetapi malah mempreserve bangunan pom bensin ini seperti sediakala. menurutnya bentuknya mewakili suatu periode arsitektur yang spesifik di Berlin. jangan heran mengapa mata dan sensenya sangat sensitif dan terlatih karena profesi doi sehari-harinya adalah seorang gallerist dan pekerja seni.


hal lain yang membuat saya makin tertarik adalah project ini mengingatkan saya tentang tugas akhir (skripsi) waktu kuliah. kebetulan saya mengambil tema konservasi dan salah satu output desainnya adalah mempreserve bangunan lama dengan memberikan fungsi baru dan menambah bangunan baru untuk mendukung fungsi baru tersebut. tau sendiri kan di indonesia banyak sekali bangunan2 kolonial yang terlantar, tanpa fungsi padahal arsitekturnya sangat cantik dan material yang sangat kuat (terbukti puluhan tahun masih kokoh berdiri). sayang banget kalo cuma dijadikan rumah hantu atau rumah kelelawar tanpa fungsi yang jelas, hix...

ah anw, pak Juerg pun menambah satu bangunan baru untuk menunjang fungsi rumah tinggal dan galeri seninya. tentu saja bangunan baru ini sama cantiknya namun tidak berdandan melebihi kecantikan bangunan lamanya. saya suka sekali sama semuaaaa yang ada disini. furniturnya yang simpel tapi artistik, ruangannya yang kaya cahaya, karya2 seni yang tergantung di dindingnya, taman liarnya, bahkan yang paling bikin sirik adalah dapurnya yang besar tempat pak Juerg melakukan hobinya, memasak dan mengundang teman2nya makan bersama.


art, garden, light, and cooking are definitely my area of interests. that's why i super love his home :') well lucky you pak Juerg, you have your own herbs and your own eggs, what a quality of life!


*read his full interview with freunde von freunden HERE 
*all images are from freunde von freunden

Monday, 7 September 2015

monday's inspiration : boy's room

pic 1 | 2

pembangunan rumahduapohon tahap dua udah jalan lagi dengan target menyelesaikan kamar biyyu-banyu. harus banget dijadiin karena dengan adanya cuma 1 kamar tidur dirumah banyu jadi gak bisa tidur siang dengan damai. iyah, karena kakanya berisik dan godain adeknya terus2an. sebenernya bukan salah biyyu juga sih, kan memang umur mereka terpaut cukup jauh otomatis kegiatannya udah pasti berbeda gak bisa disatuin. yang satu masih on maen sedangkan yang satu perlu isi baterai. asumsi saya kalo biyyu udah punya kamar tidur sendiri dia mau maen loncat2an, mau mulutnya berisik "cas cus cas cus" niruin suara robot, adeknya bisa aman bobok di kamar ayah+ibu.

sebelum2nya saya selalu sabar menanti progress tahap 2 selesai tapi yang ini beda deh, selain karena kebutuhan yang sudah mendesak saya juga udah gak sabar pengen dekorin kamar cowok. brosing2 di pinterest dan saya mantep memilih floor bed karena si biyyu tidurnya masih lasak apalagi beberapa kali dia pernah jatuh dari tempat tidur jadi lebih aman memang pake floor bed. si mister suami gak lupa mengingatkan saya supaya melibatkan biyyu dalam pemilihan tempat tidurnya karena bocahnya pernah pengen punya tempat tidur roket kaya punyanya anak2nya gru di film decpicable me cumaaa kalo bikin tempat tidur kaya gitu kemungkinan bikinnya lama (dan mahal hihi) jadi coba aja di arahkan untuk memilih salah satu tempat-tidur dari tempat-tidur2 yang dipilihkan ibu buat biyyu. roketnya nanti di gambar aja biar murah ;P.


dan karena material kamarnya terdiri dari besi, unfinish wall, dan exposed ceiling yang dicat hitam kayaknya saya mau lanjutin temanya jadi semi industrial. kemarin udah ngincer 1 lemari besi buat ditaroh di kamar cowok ini dan beli beberapa lampu aluminium di ikea. biasanya si mister kumis juga udah gatel pengen bikin2 apa gitu dikamar ini tapi gak tau liat bajetnya juga. ah jadi makin gak sabar kan. eniwei dari gambar2 yg udah ibu sortir dari internet, biyyu memilih tempat tidur bentuk rumah ini. coba mister kumis bisa gak bikinin kaya gituan buat biyyu, materialnya dari besi hollow aja .


source images : pinterest.

Friday, 27 February 2015

batu andesit untuk teras belakang


dari dulu saya (sama mr. kumis juga ding) bercita2 punya teras belakang berlantai dek kayu, tapi bolak balik ngitung kepentok harga melulu. sementara lantai acian semen kami sudah pada retak dan bikin pegel mata makanya mesti nyari alternatif lain buat ganti materialnya. ide awalnya pak suami adalah tetap menggunakan acian semen tapi nanti dicat dan di garuk seperti bentuk dek kayu. dia udah nunjukin beberapa tutorialnya yang dia cari di youtube. awalnya saya ragu karena bikin lantai seperti itu berati harus mengandalkan skill tukang. iya kalo bagus kalo engga kan buang uang, waktu dan tenaga jadi saya gak setuju.

sempet kepikiran pengen pake tegel kuno tapi langsung saya buang jauh2 karena kalo dikaliin luasan teras dengan harga materialnya pasti bikin nyesek juga. akhirnya saya memilih menggunakan batu andesit. dari sisi harga gak setinggi kayu, sifat materialnya yang kuat dan pengerjaannya yang relatif mudah bikin saya makin yakin pakai material ini. lagipula sama2 material alam kan harusnya konsep naturalnya tetap terasa. nyari2 disekitaran serpong harga andesit dipatok 120 ribu-150 ribu per meter. 120 ribu untuk batu andesit polos dan 150 ribu untuk batu andesit bintik hitam. oiya ini untuk ukuran 30x30, semakin besar semakin mahal. saya sendiri sengaja beli setengah batu polos dan setengahnya lagi bintik hitam supaya bisa bermain pola. pengerjaan untuk luas teras yang luasnya 20 meter persegi ini memakan waktu 7 hari dengan 1 tukang dan 1 kenek. lebih lama dari yang saya bayangkan tapi saya sangat puas dengan hasilnya.

mr. B sempat salah membeli coating batunya, dia membeli coating untuk batu candi sehingga disapuan awal batu andesitnya berwarna hitam pekat bukan abu2, untung ketauan sama ibu2 bawel ini dan saya suruh tukangnya nyikat ulang batu yang sudah dipoles itu. saya minta ganti coatingnya dengan coating batu clear glossy. efeknya? seperti basah kena air terus. foto diatas itu pas waktu hujan jadi efeknya keliatan sekali, kalo kering sih gak senyata itu. saya bersyukur juga akhirnya memutuskan pake batu andesit karena area yang dekat dengan pohon rambutan ini ternyata rawan retak. mungkin karena pergerakan akarnya ya. lihat saja bagian dinding dapur saya yang retak lumayan nyata, hanya dinding ini loh dinding lainnya engga.



Monday, 19 January 2015

akhir dari project sofa

 


ada di toko IKEA. :D :D. duh duh emang yaaa racun deh IKEA itu *tutup muka*

sebenernya bukannya saya gak pernah mencoba mewujudkan ide dari project sofa yang pernah saya ceritain dulu itu, biasalah begitu masuk ke itung2an biaya eh kok lumayan ya angkanya, begitu ngeliat angkanya yg lumayan saya langsung berhitung dan bertanya2 lagi, sebenernya kebutuhan saya eh kami itu sofa yang seperti apa sih.

  • punya cover yang bisa dicuci karena sofa bed yang dulu kainnya sampe buluk gara2 suka diompolin biyyu T_T, saya pernah bikin cover kain batik buat sofa bed ini cuma hasilnya gak terlalu memuaskan. bikin yang pas bgt sama dudukannya susah dipasang, dilebihin kok kliatan menjuntai dan mlendung gak rapi, akhirnya jadi salah satu produk gagal deh huhu.
  • punya sandaran yang kuat dan enak. sofa referensi saya yang dulu bagus didesain tapi kalo mw jujur enakan ditidurin daripada disenderin. karena punya living room yang cukup besar jadinya sofa bed kami lebih sering disetting jd bed daripada sofa, yang ada kalo siang biyyu jadi tidur2an muluk daripada duduk yang bener. trus si tuan kumis juga jadi sering ketiduran sambil nonton tv disitu. 

karena 2 alasan (dan tambahan alasan workshop kami yang sudah tutup) itulah saya akhirnya mulai ceki2 harga sofa di IKEA tentu saja atas restu dari pak suami. liat sana liat sini akhirnya ketemu sama 1 sofa yang sesuai dengan kriteria saya. ada yang desainnya cocok banget tapi harganya gak cucok. seginian aja budgetnya lebih tinggi dari yang direncanakan, tapi bismillah akhirnya saya mengikhlaskan gak beli ubin kuno buat kamar mandi dulu demi bisa ngangkut sofa ini pulang kerumah, hihi. masih di IKEA, selagi jalan dibagian lighting saya nemu kaki lampu yang harganya cuma 150 ribu, keingetan dirumah punya kap lampu yang udah lamaaa banget saya beli murah di lampu-lampu kemang, seperti ketemu jodoh akhirnya bisa kepasang juga dengan manis. ah senang.

masih pengen nambahin 1 kursi one seater yang vintage diarea living ini, semoga ada juga jodohnya :)


Monday, 21 July 2014

monday's inspiration : lovely studio


punya studio yang bersih, banyak cahaya, plus cantik adalah impian kita setiap designer kan? saya dan mr. B pun sedang berjuang supaya bisa punya studio sendiri yang cantiknya kayak begini. etapi mungkin gak sefeminin ini sih (bisa diinterupsi sama pak suami) atau saya mw minta jatah sedikit buat bikin sudut feminin seperti ini ah hihi. i'm in looove! happy monday people! x

pictures via decor8,
leah alexandra's working space

Friday, 11 April 2014

friday inspiration


sejak nambahin bangunan di halaman belakang praktis progres dekor2an diruang lainnya berhenti dulu. tapi lama kelamaan mata pegel juga karena diruang keluarga sekarang mengonggok bantal2 sofa besar bekas project hotel yang tidak terpakai. belom lagi ada kasur gede buat bobo saya sama biyyu kalo mr. B butuh konsentrasi tinggi ngerjain kerjaannya dikamar. trus sofa bed yang warnanya abu2 retro itu sekarang berubah jadi abu2 buluk cos suka diompolin biyyu (pas lg bobo siang disitu), ketumpahan kuah sop ato soto bahkan kejatuhan buah naga yang warnanya merah ungu X_X. gara2 suka buat loncat2an juga ada beberapa bagian yang sobek hahaha. pokonya liatnya udah jember makanya pengen banget ganti kulitnya.

liat dinding bata juga rasanya plain banget cos udah lama wall project ditelantarin atas nama kesibukan *sigh*. saking semua2 pengen bikin sendiri (soalnya jarang banget jalan2) ada beberapa desain untuk dinding cuma belum bisa dieksekusi cos tukang2 juga masih pada sibuk. sabar sabar sabar sabar yahhh.

eniwei ini beberapa foto pilihan saya untuk dekorasi di ruang keluarga kami nanti. ingetin mw nyari dudukan kayu tempat pot2 kecil tanaman yang bisa langsung menambahkan kesan natural dari daun2nya (yang mana saya belum tau nanti mw pake daun beneran apa boongan), terus pengen memadukan berbagai macam desain dan warna seater di ruang keluarga dan tidak lupa dekorasi vintage untuk dindingnya.


 source 1| 2| 3