Wednesday, 28 January 2015

musim rambutan datang


tahun ini pohon rambuatan yang tumbuh ditengah2 rumah dua pohon berbuah cukup banyak sampai kami khusus memanggil orang untuk manjat dan memanen buahnya. padahal saya gak terlalu berharap karena tahun lalu kayaknya kami gak sampai panen begini. alhamdulillah... bisa bagi2in ke saudara dan tetangga kanan kiri. saya sendiri udah bosen makan rambutan hehe, selain rambutan saya juga dapet kiriman buah kecapi dari sodara yang juga panen dari kebonnya. ini adalah salah satu kelebihan tinggal dikampung yang tersedia pohon buah2an asli indonesia. 


satu lagi pohon yang ada di rumahduapohon adalah pohon mangga golek yang tumbuh persis didepan pintu masuk, sayangnya selama 3 tahun tinggal dibawahnya, kami cuma kebagian sisa2 mangga yang udah dimakanin sama codot alias kelelawar buah. padahal pohon mangga ini berada diluar rumah tidak seperti pohon rambutan yang ada didalam teras. meskipun begitu kami harus berterimakasih atas keteduhan tajuknya walopun mesti nyapuin daun2nya yang gak pernah abis. karena udah lama gak berbuah banyak, mr. B sempet kepikiran mau ganti pohon mangga ini dengan pohon liang liu yang relatif minim sampah daunnya. kalo dipikir sayang sih yaaa soalnya pohon buah. tapi ntar deh dipikir2 lagi secara pohon liang liu yang langsung gede juga harganya gak murce hehe. 

Wednesday, 21 January 2015

puff pastry fruit tart



sejak hamil saya jadi males banget bikin cemilan2 manis. selain gak napsu makan, kayaknya beraat aja gitu ngeluarin oven tangkring dari tempat persembunyiannya. tapi kemudian pas iseng main ke blog favorit saya ini, saya nemu resep yang keliatannya gampang. ngefans banget deh sama linda lomelino, selain jago bikin kue2 manis, fotografinya juga keren banget banget. setiap melihat fotonya saya merasakan perasaan cantik yang sangat tenang. mungkin saya harus mendapatkan salah satu bukunya ya soalnya layak banget buat koleksi.

btw, yang mau cek resep aslinya disini, saya tuliskan resep yang kemarin saya buat,

bahan :
  • 4 lembar puff pastry yang sudah jadi (saya beli merek edo di giant, 1 lembar saya potong 2)
  • 5 buah pisang (potong kecil2)
  • 1/2 buah naga (potong kecil2)
  • 10 buah strawberry (potong kecil2 kemudian tambahkan 2 sdm gula pasir)


campuran telur :
  • 1 telur
  • 1/2 sdm air
  • sedikit garam


cara membuat :
  • panaskan oven
  • letakkan puff pastry diatas kertas roti dan loyang datar (puff pastrynya harus yang sudah lembek ya jangan yang masih beku)
  • olesi seluruh permukaan puff pastry dengan campuran telur menggunakan kuas
  • susun buah diatas 1 lembar puff pastry
  • bila ingin tampilan puff pastrynya lebih tinggi, bisa juga langsung menumpuk 2 puff pastry (jangan lupa masing2 sudah diolesi telur  baru susun buah2an diatasnya ) 
  • panggang selama kurang lebih 20 menit atau sampai matang
  • nikmati dengan es krim dan taburan gula halus


Monday, 19 January 2015

akhir dari project sofa

 


ada di toko IKEA. :D :D. duh duh emang yaaa racun deh IKEA itu *tutup muka*

sebenernya bukannya saya gak pernah mencoba mewujudkan ide dari project sofa yang pernah saya ceritain dulu itu, biasalah begitu masuk ke itung2an biaya eh kok lumayan ya angkanya, begitu ngeliat angkanya yg lumayan saya langsung berhitung dan bertanya2 lagi, sebenernya kebutuhan saya eh kami itu sofa yang seperti apa sih.

  • punya cover yang bisa dicuci karena sofa bed yang dulu kainnya sampe buluk gara2 suka diompolin biyyu T_T, saya pernah bikin cover kain batik buat sofa bed ini cuma hasilnya gak terlalu memuaskan. bikin yang pas bgt sama dudukannya susah dipasang, dilebihin kok kliatan menjuntai dan mlendung gak rapi, akhirnya jadi salah satu produk gagal deh huhu.
  • punya sandaran yang kuat dan enak. sofa referensi saya yang dulu bagus didesain tapi kalo mw jujur enakan ditidurin daripada disenderin. karena punya living room yang cukup besar jadinya sofa bed kami lebih sering disetting jd bed daripada sofa, yang ada kalo siang biyyu jadi tidur2an muluk daripada duduk yang bener. trus si tuan kumis juga jadi sering ketiduran sambil nonton tv disitu. 

karena 2 alasan (dan tambahan alasan workshop kami yang sudah tutup) itulah saya akhirnya mulai ceki2 harga sofa di IKEA tentu saja atas restu dari pak suami. liat sana liat sini akhirnya ketemu sama 1 sofa yang sesuai dengan kriteria saya. ada yang desainnya cocok banget tapi harganya gak cucok. seginian aja budgetnya lebih tinggi dari yang direncanakan, tapi bismillah akhirnya saya mengikhlaskan gak beli ubin kuno buat kamar mandi dulu demi bisa ngangkut sofa ini pulang kerumah, hihi. masih di IKEA, selagi jalan dibagian lighting saya nemu kaki lampu yang harganya cuma 150 ribu, keingetan dirumah punya kap lampu yang udah lamaaa banget saya beli murah di lampu-lampu kemang, seperti ketemu jodoh akhirnya bisa kepasang juga dengan manis. ah senang.

masih pengen nambahin 1 kursi one seater yang vintage diarea living ini, semoga ada juga jodohnya :)


Tuesday, 30 December 2014

tulisan akhir tahun

2014 memberikan banyak sekali pelajaran dan pengalaman kepada saya dan si tuan kumis. sungguh suatu tahun yang penuh dengan kejutan juga tantangan. 2014 jugalah titik awal pertama dalam kehidupan kami dimana kami mulai lebih realistis dalam mewujudkan cita2 yang selalu kami bicarakan mulai dari lesehan hik pinggir jalan, diatas boncengan vespa atau disudut kos 10 tahun yang lalu, sewaktu saya juga dia masih idealis, lugu dan penuh mimpi2 yang sama seperti kebanyakan mahasiswa arsitektur pada umumnya.

yaitu punya studio desain sendiri. dirumah yang kami desain dan bangun sendiri.

setelah lulus kuliah dan menghadapi kenyataan kerasnya dunia pekerjaan konstruksi, dibandingkan saya, mr. B lebih serius mengejar cita2nya membangun studio desain. itulah yang selalu saya kagumi darinya, walaupun kliatannya cuek dan slengean tapi dia gigih dan serius kalo menyangkut cita2. selama hampir 4 tahun siang hari dia bekerja sebagai arsitek di konsultan desain, malamnya bekerja lagi menjadi freelance desainer visualisasi atau 3D artist dirumah. menginjak tahun ke 5 berkarir, tepat ketika rumah dua pohon tahap pertama dibangun, dia resign dan resmi menjalankan studio kami. pekerjaannya? masih sama, arsitek dan 3D artist. kemudian mengembangkan diri menjadi kontraktor bangunan sampai ke kontraktor interior dan memiliki workshop juga pekerja.

sungguh suatu kemajuan yang lumayan pesat untuk hitungan waktu hampir 3 tahun. walopun dalam perjalanannya gak selalu dibilang mulus. bekerja dengan berbagai macam bidang membuat si tuan kumis memiliki orang kepercayaan. entah karena terlalu percaya, entah karena masih terbatasnya kemampuan dan skill kerja, entah juga karena akhirnya dia tidak fokus sayangnya orang2 kepercayaannya mulai mengecewakan. singkat cerita di pertengahan tahun 2014 kami harus menutup workshop, memulangkan beberapa pekerja dan memiliki hutang yang cukup besar. tabungan sudah dipastikan ludes, si tuan kumis? masih tegar berdiri walopun saya tahu dia menahan kekecewaan yang lebih besar daripada saya.

saya sendiri tadinya adalah seorang arsitek inhouse disebuah perusahaan BUMN properti di jakarta. saya merasa bekerja dengan speed dan skill yang biasa saja. saya bekerja murni untuk mencari uang bukan mengejar karir karena rekan kerja saya kebanyakan lelaki, saya menganggap langkah mereka lebih lebar daripada perempuan di bidang ini dengan kondisi proyek2 kantor yang tersebar diseluruh indonesia. apalagi setelah punya biyyu, rasanya kalo diomelin sedikit udah mau resign aja. ditambah lagi melihat si tuan kumis yang menikmati banget waktu2nya bekerja sendiri dan menjadi full desainer, saya iri. melihat kemajuan studio kami waktu itu, saya berencana akan resign dipertengahan tahun 2014. ceritanya mau membantu mr. B mengembangkan studio kami. tapi sayangnya (atau untungnya?) sebelum saya resmi mengajukan surat resign, kami sudah dilanda kebangkrutan. logika saya berbicara jelas tidak mungkin resign di saat itu. justru dengan keadaan saya yang bekerja dengan status pegawai tetap, saya bisa mengajukan pinjaman ke koperasi tempat saya bekerja untuk melunasi hutang2 yang ada diluar.

tanpa disangka dipertengahan tahun 2014 itu jugalah saya mendapatkan kesempatan promosi jabatan yang membuat gaji saya naik 2 kali lipat dari sebelumnya dengan waktu kerja yang jauuuuh lebih fleksibel dari sebelumnya. saya bebas menentukan jadwal ke proyek saya di bali, mengunjungi galeri2 desain untuk berburu perlengkapan interior namun tetap mengurus segala tetek bengek gambar dan teknis pelaksanaan bangunan. subhanalloh yah rencana Alloh itu. ketika Dia menutup pintu yang satu secara bersamaan Dia membukakan pintu yang lain.

saat ini mr. B sedang sibuk dengan pekerjaannya lagi sebagai desainer visualisasi. kejadian kemarin membuat dia lebih fokus dan tau apa yang akan dia lakukan 10 tahun lagi dengan studionya. saya sendiri belum tahu mau ngapain 10 tahun lagi, cita2 saya masih sama, bekerja di studio sendiri bersama dia yang sangat sangat saya sayangi itu. saat ini belum tercapai karena saya tidak mau mengejar passion tapi belum merdeka secara finansial. tapi dengan keadaan rumah dua pohon tahap 2 yang hampir selesai dibangun, dengan biyyu yang sehat dan dengan calon anggota keluarga kami yang ada didalam perut saya, rasanya saya sangat bersyukur dan bahagia bisa menutup tahun ini dengan baik.

ditahun ini pula saya dan dia sudah memotong ranting2 yang jelek atau koneksi orang2 yang tidak baik untuk kami. itulah mengapa tahun 2014 sangat berarti sehingga saya menyempatkan diri membuat tulisan seperti ini. semoga di tahun 2015 bisa lebih baik lagi, kami berdua bisa lebih bijak dan lebih kuat dalam menghadapi kejutan dan tantangan didepan. semoga! dan selamat tahun baru! :)

saya dan si tuan kumis (waktu belum berkumis)
di pantai parangtritis, 9 tahun yang lalu, waktu masih lugu dan penuh mimpi

Monday, 29 December 2014

merasa bodoh

merasa bodoh dan sedih adalah kesatuan perasaan yang tidak enak sekali. biarlah jadi pelajaran dan peringatan kalo selalu ada orang yang tidak suka atau tidak nyaman dengan apa yang kita lakukan (padahal tanpa bermaksud membuat dia gak nyaman). saya sendiri gak terlalu suka penjelasan, buat orang yang sudah memiliki pemikirannya sendiri, penjelasan itu kadang membuat saya seakan terlihat 'membela diri'. seperti kata si papah (yang selalu saya yakini kebenarannya) biarlah orang berkata dan menganggap apa, tapi hanya waktu yang bisa menjelaskannya dan membuktikan diri kita nanti.

setelah meminta maaf dengan setulus hati saya (hey maaf kalo kamu tidak suka dengan saya -atau apapun yang saya lakukan selama ini-) saya mau menutup lembar ini dengan hati damai :)