Friday, 23 October 2015

friday's inspiration



everything about de companje is cute. dan menginspirasi. sangat. sang suami membuat roti, dan sang istri membuat es krim, disebuah kota yang kaya budaya dengan interior toko yang hangat dan bersahabat. 

saya sedang mencari inspirasi ketika suatu artikel menarik perhatian saya, yaitu wawancara fritz dan chanelle schoon yang bercerita bagaimana menjalankan bisnis sambil membangun 'kota kecilnya'. mereka sebut tokonya kota kecil karena dalam 1 bangunan tersebut terdapat toko roti, toko es krim, toko daging, kopi, wine dan tentu saja area duduk untuk makan. mereka membicarakan bisnisnya tidak seperti membicarakan bisnis. maksut saya tidak berorientasi hanya kepada uang tapi kepada kecintaan mereka terhadap masing2 produknya, terutama fritz, orang pertama dibalik de companje ini.

 

dia bercerita bagaimana awalnya menjadi seorang pembuat roti, orderan pertamanya, kemudian kejatuhannya karena kekurangan pengalaman dan rasa insecure yang tinggi (ha! mister kumis tentu tau rasanya) namun dia kembali bangkit untuk belajar memperdalam lagi dan kemudian mendapatkan tempat untuk membangun tokonya sampai kemudian dia bertemu dengan chanelle. tetap faktor kerja keras dan pantang menyerah ya walopuuuuuunn *cetak tebel* tentu saja biaya dan mungkin sedikit keberuntungan.

well, poin saya sebenernya adalah saya selalu terinspirasi sama pasangan2 yang bisa bekerja sama membangun bisnis yang sama. kayaknya itu udah jadi semacam cita2 saya sama mister kumis yang belum tercapai (karena kami belom merdeka secara finansial). dan kalo ingin diterapkan di indonesia mungkin harus banyak sekali penyesuaian supaya dapat menyerap pasar karena kita tentu saja ingin bisnis terus berkembang. fritz beruntung karena orang2 di cape town adalah like-minded, culturally aware, well-traveled, aware of food and fine wines and like spending time with people. They work hard, but they also don’t take their lifestyle for granted. kebayang suatu komunitas yang menyenangkan yaaa...





photos and interview are from freunde von freunden

Monday, 19 October 2015

banyu : 5 bulan


merawat banyu, menyusui, memandikan, meninabobokan, menghadapinya ketika sakit, sekali lagi mungkin karena faktor udah anak kedua, kata mister kumis saya sudah lebih luwes dibandingkan biyyu dulu. saya malah nanya balik, masasih? gak gitu sadar cos saya merasa merawat banyu mengingatkan saya ketika maen boneka2an waktu kecil dulu. makein baju, menyisir rambutnya, menyusui, memeluk, menenangkannya kalo menangis, rasanya beneran kaya maen boneka waktu kecil. boneka yang saya gendong pake selendang kecil, jalan kesana kemari berpayung pink. mungkin emang cocok anak perempuan maen boneka ya.

kami makin terbiasa dengan kehadiran banyu. apalagi saya selalu merasa bayi ini lucunya kebangetan (semua emak2 pasti begitu ke bayinya hihi). biyyu dan mister kumis gak pernah berhenti bilang "cepet gede banyu, nanti maen bareng sama kaka dan ayah" "kita maen lumpur aja biar ibu sebel hahaha" iyah kaka biyyu emang udah jago ngeledekin ibunya. yang ngajarin siapa lagi kalo bukan si mister kumis. dan sebentar lagi banyu jadi pengikut setianya persis seperti kakanya :D


Tuesday, 13 October 2015

weaving class nike prima


ada gak sih orang yang gak mengagumi kerajinan kain tenun? kayaknya gada ya, karena kain tenun itu indah sekali, walopun pembuatannya rumit dan membutuhkan waktu yang lama. denger kata 'tenun' pasti yang kebayang adalah alat tenun besar yang terbuat dari kayu dengan seorang perempuan yang sibuk narik benang. rasanya jauh sekali dari kehidupan sehari2 ya, tapi sejak nike memposting tenunan sederhananya di instagram dengan menggunakan benang wol, akrilik, atau campurannya, eh kok gemesh-gemesh banget hasilnya, terlihat lebih simple, gampang (not), modern dan personal.

sejak itu kepengen ikut workshop weaving, namun harus saya tunda karena waktu itu saya sedang hamil besar dan mempersiapkan kelahiran banyu padahal living loving lagi rajin banget bikin workshop. lewat 3 bulan kemudian akhirnya saya kebagian ikutan workshop, yay senangnya, meskipun harus gendong banyu kesana kemari sambil menenun. workshopnya diadakan di cafe industrie yang lagi ngehits di bintaro, buat bayi ambiencenya cukup nyaman soalnya banyu bisa tidur siang.

eniwei buat ibu beranak dua yang baru, punya waktu buat mempelajari sesuatu yang baru seperti ini adalah kemewahan. mister kumis mengijinkan saya ikut dengan catetan harus bawa banyu, karena doi sendiri pergi ngangon biyyu ke pacific place buat ngajakin maen kidzania. untungnya si kayo, my baby sister bersedia jadi supir dan nanny pribadi jadi lumayan banget mendukung saya ikut acara kaya gini lagi. 


workshop dibuka dengan perkenalan singkat dan cerita tentang latar belakang tenunan modern atau yang biasa disebut weaving. kemudian baru nike menjelaskan dan mengajari teknik2 dasar menenun. buat tipe orang yang gak bisa belajar sendiri, punya bu guru kaya nike pasti betah soalnya doski ngejelasin dengan sabar, manis dan ngebantuin mengurai benang kalo ada yang salah. puasssss banget sampe gak kerasa 4 jam lewat! yah walopun tenunan pertama saya gak langsung jadi hari itu tapi lumayan menyegarkan pikiran, meskipun harus saya akui butuh komitmen yang kuat untuk menenun (terutama menyelesaikannya).


eh mini weaving diatas itu adalah hasil weaving saya yang kata pak suami kaya baju anak cewe. gak heran dese ngomong gitu soalnya selain warnanya centil, bagian rooving wolnya ada dibagian paling atas jadi semacam pas ajah buat penutup dada. ooohh satu lagi yang berkesan karena saya boleh mengadopsi satu weavingan punya bu guru nike! ih super super suka, yang kata pak suami dari jauh kaya tas tangan. maap ya nike, suamik emang doyan menganalisa hal2 gak penting, kalo hal penting malah males, hihi. moga2 bisa dapet kesempatan me time ikut acara ginian lagi.

#kode #kodebanget #kodebangetbuatyangngerasa #tapiorangyangdikasikodekodesukagakngerasa #yaudah #jujurajah #kodebuatpaksuamik #kenapapakehestek #pdahalgakngaruh #gakpapa #lagigadakerjaan #tombolspasimasihberfungsikok

Friday, 2 October 2015

Thursday, 1 October 2015

gambar kemarin


saya sedang mencoba kembali belajar menggambar. berlatih berlatih dan berlatih sampai akhirnya bisa menemukan style yang saya banget. saya gak seberuntung itu yang bisa langsung nemuin stylenya sendiri makanya saya sering sekali mencoba gaya2 gambar dari ilustrator yang saya kagumi. berlatih sambil mengadaptasi sambil mencari sampai akhirnya saya bisa menemukan gaya saya sendiri nantinya. 

sebenernya buat saya ilustrasi gak melulu tentang teknik gambar melainkan ceritanya. makanya saya selalu suka sama gambar2nya dian. akhir2 ini saya juga lebih suka menggambar kegiatan biyyu atau banyu. tapi beberapa waktu yang lalu saya gak sengaja dapet project bikin ilustrasi untuk undangan pernikahan seorang teman. gak sengaja karena kebetulan dia gak suka sama ilustrasi undangan yang didapat dari percetakannya makanya dia minta saya yang gambar. walopun pake ngebut alhamdulillah selesai juga. ah itu satu lagi masalah saya, waktu. bukan mau membatasi diri sendiri sih tetapi sebagai ibu dari 2 balita yang juga bekerja di luar rumah, buat saya waktu menjadi mahal. karena masa2 golden age anak2 gak bisa diulang jadi saya meredam keinginan buat banyak2 berlatih nguas dan ngecat. sementara latihan yang gampang2 dulu ajah yang modalnya cuma kertas dan tinta.